klik kawan
wow
Minggu, 27 Februari 2011
Koneksi Internet dengan PPPconfig
Jumat, 24 Desember 2010
Kabel Fiber Optik
Fiber optik adalah sebuah kaca murni yang panjang dan tipis serta berdiameter sebesar rambut
Jenis Fiber Optik1. Single-mode fibersMempunyai inti yang kecil (berdiameter 0.00035 inch atau 9 micron) dan berfungsi mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 1300-1550 nanometer) 2. Multi-mode fibersMempunyai inti yang lebih besar(berdiameter 0.0025 inch atau 62.5 micron) dan berfungsi mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 850-1300 nanometer)
href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkDCNPPK4_ca2Zh-lrMW8LTh9dLTX_3glGFVCVx17c9vZpPXCbRJIRZa7VPX8oiit9V-97ZYTBg1KY9iLR3xpTC7TwTetxsiLDrhWyv6uuJVrl2Mvu5j7R5Xgjub4M1pWZWcIBNsaPNIJE/s1600-h/untitled.bmp">

Ujung kabel serat optik berakhir di sebuah terminasi, untuk hal tersebut dibutuhkan penyambungan kabel serat optik dengan pigtail serat optik di Optical Termination Board (OTB), bisa wallmount atau 1U rackmount. Dari OTB kabel serat optik tinggal disambung dengan patchcord serat optik ke perangkat multiplexer, switch atau bridge (converter to ethernet UTP).Penyambungan kabel serat optik disebut sebagai splicing. Splicing menggunakan alat khusus yang memadukan dua ujung kabel seukuran rambut secara presisi, dibakar pada suhu tertentu sehingga kaca meleleh tersambung tanpa bagian coated-nya ikut meleleh. Setelah tersambung, bagian sambungan ditutup dengan selubung yang dipanaskan. Alat ini mudah dioperasikan, namun sangat mahal harganya. Inilah sebabnya meskipun harga kabel fiber optik sudah jauh lebih murah namun alat dan biaya lainnya masih mahal, terutama pada biaya pemasangan kabel, splicing dan terminasinya.
Pigtail yang disambungkan ke kabel optik bisa bermacam-macam konektornya, yang paling umum adalah konektor FC. Dari konektor FC di OTB ini kita tinggal menggunakan patchcord yang sesuai untuk disambungkan ke perangkat. Umumnya perangkat optik seperti switch atau bridge menggunakan konektor SC atau LC. Cukup menyulitkan ketika menyebut jenis konektor yang kita kehendaki kepada penjual, FC, SC, ST, atau LC.Setelah kabel optik terpasang di OTB dilakukan pengujian end-to-end dengan menggunakan Optical Time Domain Reflectometer (OTDR). Dengan OTDR akan didapatkan kualitas kabel, seberapa besar loss cahaya dan berapa panjang kabel totalnya. Harga perangkat OTDR ini sangat mahal, meskipun pengoperasiannya relatif mudah. OTDR ini digunakan pula pada saat terjadi gangguan putusnya kabel laut atau terestrial antar kota, sehingga bisa ditentukan di titik mana kabel harus diperbaiki dan disambung kembali.Untuk keperluan sederhana misalnya sambungan fiber optik antar gedung pada jarak ratusan meter (hingga 15km) kini teknologi bridge/converter-nya sudah semakin murah dengan kapasitas 100Mbps, sedangkan untuk full gigabit harga switch/module-switch-nya masih mahal. Jadi, meskipun harga kabel serat optik sudah di kisaran Rp10.000/m namun total pemasangannya membengkak karena ada biaya SDM yang menarik dan memasang kabel, biaya splicing setiap core-nya, pemasangan OTB, pengujian OTDR, penyediaan patchcord dan perangkat optiknya sendiri (switch/bridge).ada 2 tipe design kabelnya1.Loose-tube construction (buat instalasi di luar ruangan)2.Tight buffer construction (buat di dalam gedung)Kabel fiber optic ini juga gak ada interfen ke kabel fiber lain. Gak ada gannguan crosstalk seperti pada copper media.Tapi bukan berarti media ini sempuran ato kagak ada gangguannya, kalo instalasi nya kagak beres.bisa terjadi>> Scattering>> Microbend, Macrobend>> Masalah splicing yg gak benerCara Sharing Printer
Sharing Printer merupakan salah satu pemanfaatan dari sebuah Jaringan Komputer. Sharing Printer ini umumnya digunakan oleh sebuah Perusahaan, Instansi Pemerintah, Warnet, dan Sekolah. Dengan menggunakan Sharing Printer ini, Anda tidak perlu membeli printer untuk masing-masing komputer yang Anda miliki apabila Anda mempunyai sebuah jaringan komputer, hanya dengan 1 Printer Anda bisa berbagi pemakaian printer ke semua komputer yang terhubung dalam jaringan komputer yang sama. Berikut adalah cara sharing printer :1. Klik Start, kemudian pilih Control Panel.
2. Setelah masuk ke menu control panel, Kliklah Icon Printer and Faxes.
3. Kemudian klik kanan icon printer yang ingin di sharing, pilih Properties.
4. Terdapat 7 menu ketika Anda memilih properties, pilih menu Sharing dan pindahkan option dari Do not share this printer ke option Share this printer. Setelah itu Apply dan Ok.
5. Icon printer akan berubah seperti ilustrasi dibawah ini apabila berhasil melakukkan sharing printer.
B. Setting Komputer Yang Ingin Menggunakan Sharing Printer
1. Klik Start, kemudian pilih Control Panel.
2. Setelah masuk ke menu control panel, Kliklah Icon Printer and Faxes.
3. Klik Add Printer yang berada di sidebar sebelah kiri.
4. Setelah Men-Klik Add Printer tersebut Proses sharing printer pun di mulai. Pada tahap pertama ini Next.
5. Langkah selanjutnya pilih Option A Network printer, or a printer attached to another computer, Kemudian Next.
6. Kemudian adalah proses Specify a Printer, pilih option Connect to this printer for to browser for a printer, select this option and click Next, Setelah itu isikan IP Addres komputer yang mempunyai printer tersebut dan nama/merk printernya (nama/merk printer ini muncul otomatis ketika anda selesai membuat IP Address komputer yang mempunyai printer tersebut). Contoh : \\192.168.2.2\Hp Officejet 4330 series. Setelah diisi semua kemudian Next.
7. Kemudian Anda akan ditanya lagi, Apakah Anda yakin mau meneruskan proses share printer ini?, pilih Yes.
8. Pada Option Default Printer, pilih Option Yes (Option ini merubah setting default printer ke arah printer sharing). Kemudian Next.
9. Klik Finish untuk menyelesaikan proses sharing printer ini.
10. Proses Sharing pun berakhir. Silahkan coba Print untuk mengetes keberhasilannya.
Jaringan yang memakai kabel untuk transmisi datanya dan jaringan yang memakai gelombang elektromagnetik untuk transmisi datanya (Jaringan Wireless), untuk cara setting sharing printernya sama.
7 Lapisan OSI Layer
Lapisan Fisik
- Karakteristik fisik daripada media dan antarmuka.
- Representasi bit-bit. Maksudnya lapisan fisik harus mampu menterjemahkan bit 0 atau 1, juga termasuk pengkodean dan bagaimana mengganti sinyal 0 ke 1 atau sebaliknya.
- Data rate (laju data).
- Sinkronisasi bit.
- Line configuration (Konfigurasi saluran). Misalnya: point-to-point atau point-to-multipoint configuration.
- Topologi fisik. Misalnya: mesh topology, star topology, ring topology atau bus topology.
- Mode transmisi. Misalnya : half-duplex mode, full-duplex (simplex) mode.
- Framing. Yaitu membagi bit stream yang diterima dari lapisan network menjadi unit-unit data yang disebut frame.
- Physical addressing. Jika frame-frame didistribusikan ke sistem lainpada jaringan, maka data link akan menambahkan sebuah header di muka frame untuk mendefinisikan pengirim dan/atau penerima.
- Flow control. Jika rate atau laju bit stream berlebih atau berkurang maka flow control akan melakukan tindakan yang menstabilkan laju bit.
- Error control. Data link menambah reliabilitas lapisan fisik dengan penambahan mekanisme deteksi dan retransmisi frame-frame yang gagal terkirim.
- Access control. Jika 2 atau lebih device dikoneksi dalam link yang sama, lapisan data link perlu menentukan device yang mana yang harus dikendalikan pada saat tertentu.
- Logical addressing. Bila pada lapisan data link diimplementasikan physical addressing untuk penangan pengalamatan/addressing secara lokal, maka pada lapisan network problematika addressing untuk lapisan network bisa mencakup lokal dan antar jaringan/network. Pada lapisan network ini logical address ditambahkan pada paket yang datang dari lapisan data link.
- Routing. Jaringan-jaringan yang saling terhubung sehingga membentuk internetwork diperlukan metoda routing/perutean. Sehingga paket dapat ditransfer dari satu device yang berasal dari jaringan tertentu menuju device lain pada jaringan yang lain.
- Sevice-point addressing. Komputer sering menjalankan berbagai macam program atau aplikasi yang berlainan dalam saat bersamaan. Untuk itu dengan lapisan transport ini tidak hanya menangani pengiriman/delivery source-to-destination dari computer yang satu ke komputer yang lain saja namun lebih spesifik kepada delivery jenis message untuk aplikasi yang berlainan. Sehingga setiap message yang berlainan aplikasi harus memiliki alamat/address tersendiri lagi yang disebut service point address atau port address.
- Segmentation dan reassembly. Sebuah message dibagi dalam segmen-segmen yang terkirim. Setiap segmen memiliki sequence number. Sequence number ini yang berguna bagi lapisan transport untuk merakit/reassembly segmen-segman yang terpecah atau terbagi tadi menjadi message yang utuh.
- Connection control. Lapisan transport dapat berperilaku sebagai connectionless atau connection-oriented.
- Flow control. Seperti halnya lapisan data link, lapisan transport bertanggung jawab untuk kontrol aliran (flow control). Bedanya dengan flow control di lapisan data link adalah dilakukan untuk end-to-end.
- Error control. Sama fungsi tugasnya dengan error control di lapisan data link, juga berorientasi end-to-end.
- Dialog control.
- Sinkronisasi
Tanggung jawab spesifik:
- Translasi
- Enkripsi
- Kompresi
Interface antara aplikasi yang dihadapi user and resource jaringan yang diakses. Sesuai namanya, lapisan ini menjembatani interaksi manusia dengan perangkat lunak/software aplikasi.












